Laman

"46 Tahun KORPRI Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa"

Selasa, 24 Februari 2015

PEMBANGUNAN JALAN TOL PALINDRA



INDRALAYA - Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan cukup berbangga, karena pada tahun 2015 ini, Kabupaten Ogan Ilir akan segera memiliki jalan Bebas Hambatan (Jalan TOL ). Sebagaimana diketahui bahwa jalan bebas hambatan Palembang-Indralaya (PALINDRA), Sepanjang 22 KM dari lokasi Jakabaring hingga berakhir di Kota Indralaya, dipastikan mulai pembangunannya
pada Maret mendatang. 

Pemkab OI kini bergerak cepat untuk membantu tim  dari Pemprov Sumsel untuk menyelesaikan pembebasan lahan yang saat ini sedang berjalan. 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Ogan Ilir, H. Mawardi Yahya, kemarin.

"Saya meminta kepada 4 Camat dan para kadesnya yang menjadi daerah lintasan Tol Palindra, seperti Camat Pemulutan Induk, Pemulutan Barat, Indralaya Induk dan Indralaya Utara untuk menjadi mediator dalam pembebasan lahan dan jangan menjadi provokator," tegasnya.

Menurut Bupati, sebenarnya pembebasan lahan itu, akan berjalan lancar tanpa kendala, apabila masyarakat mengerti dan paham "Jalan tol ini kan proyek pemerintah, mau tidak mau harus berjalan, dan anggaran ganti rugi ada," katanya. 

Jadi ada sengketa kepemilikan lahan, lanjut Bupati, pihaknya menyarankan tidak berlanjut ke pengadilan, tapi cukup melalui musyawarah dan mufakat antara pemilik lahan yang bersengketa.

"kalau surat kepemilikannya sama-sama kuat, ya pembagiannya rata, atau surat kepemilikan berbeda, ya gimana pembagiannya ya, pokoknya musyawarah, dari pada berlanjut ke Pengadilan prosesnya panjang dan berbelit bisa hingga 10 tahun," ujarnya.

Untuk itu kata Bupati, kepada masyarakat yang bersengketa lahannya, sebaiknya bermusyawarah, tidak berlanjut ke pengadilan, sementara proyek jalan tol harus tetap berjalan.

Sebelumya, Kamis (11/2) kemarin dilakukan rapat pembahasan untuk menindak lanjuti dan mencari jalan keluarnya.Rapat berlangsung di ruang Bupati Ogan Ilir dengan pihak terkait baik itu dari Provinsi Sumsel juga Dinas yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Pada Rapat tersebut terdata dari 614 persil lahan yang terkena proyek, baru 179 persil yang telah dibebaskan sedangkan selebihnya 435 persil belum di ganti rugi. 

Rapat yang berlangsung hingga siang hari ini dilakukan antara tim dari Pemprov Sumsel yang diketuai Asisten II Pemprov Ruslan Bahri, juga Dinas dari Provinsi lainnya antara lain Bappeda, PU Bina Marga, Satker PPK, BPN, Tim Pembebasan Lahan dengan Bupati OI Ir. H Mawardi Yahya, Wakil Bupati, Sekda, para asisten, Dinas PUBM, dan empat Camat yang merupakan wilayah yang terkena proyek jalan tol, yakni Camat Pemulutan Induk, Pemulutan Barat, Camat Indralaya Induk dan Camat Indralaya Utara.

Asisten II Pemprov Sumsel Ruslan Bahri pada kesempatan tersebut mengatakan, saat ini percepatan pembangunan proyek jalan tol Palindra terus dilakukan dengan berbagai langkah. Namun jalan tol sepanjang 22 Km, baru 7 Km diselesaikan ganti ruginya, sedangkan sepanjang 15 Km belum tuntas.

"Pembebasan lahan milik warga memang banyak yang bermasalah, pemiliknya tumpang tindih, sehingga masih 15 Km atau 400 persil lebih yang belum dilakukan ganti rugi, kami berharap, kepada Bupati Ogan Ilir dan jajarannya bisa membantu melakukan langkah-langkah agar proses ganti rugi bisa selesai," ujarnya.