Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Senin, 09 Maret 2015

MENGENAL DEKAT PEMBANGUNAN TOL PALEMBANG-INDRALAYA (PALINDRA)





Pemerintah Pastikan Tol Palindra Seksi I Bisa Digunakan Awal 2017


PALEMBANG, KOMPAS.com - Jalan Tol Trans Sumatera ruas Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi I yaitu dari Palembang-Pamulutan sepanjang 7,10 kilometer ditargetkan tuntas pengerjaannya pada Desember 2016 dan dapat dioperasikan awal 2017.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Thomas Setiabudi Aden, di Palembang, Rabu (2/3/2016).
“Siap digunakan 2017,” ujar Thomas seraya menambahkan, ruas Tol Palindra dirancang sepanjang 22 kilometer dengan biaya investasi Rp 3,301 triliun.
Pembangunannya dibagi menjadi tiga seksi yaitu, pertama Palembang–Pamulutan sepanjang 7 kilometer. Saat ini pembebasan lahannya sudah mencapai 100 persen. Sementara pengerjaannya dijadwalkan kelar Desember 2016.
Seksi kedua adalah Pemulutan–KTM Rambutan sepanjang 5,70 kilometer dengan kondisi lahan yang telah bebas seluas 42,93 persen. Konstruksinya dilaksanakan pada Januari 2016 sampai Maret 2017.
Seksi ketiga adalah KTM Rambutan-Indralaya (9,3 kilometer) dengan kondisi lahan 40,86 persen, dan konstruksinya dilaksanakan pada Januari 2016 sampai dengan Juni 2017.
Secara umum, pembebasan lahan ruas Tol Palindra sudah mencapai 71,26 persen dari 22 kilometer yang dibutuhkan. Sisanya 29 persen masih tidak jelas kepemilikannya.
"Itu di luar kendali kami, karena ada kepemilikan ganda, ada juga permasalahan tuntutan warga. Dari 220 hektar sudah terbebaskan 157 hektar,” tambah Thomas.
Thomas menuturkan, biaya konstruksi Tol Palindra senilai Rp 5,6 triliun, di luar pembebasan lahan Rp 135 miliar.

Adapun progres pembangunan jalan tol ruas tersebut sudah mencapai 11,26 persen. Kondisi ini melebih target sebesar 1,2 persen yang ditetapkan per 18 Februari 2016.




Lewati Rawa-rawa, Tol Palembang Indralaya Dibangun Pakai Teknologi VCM


Palembang -Kondisi lahan di lokasi pembangunan jalan tol ruas Palembang-Indralaya (Palindra) didominasi daerah rawa. Oleh sebab itu untuk mempercepat proses pembangunan jalan tol tersebut dipilihlah teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) untuk mengurangi kadar air maupun kadar udara dalam tanah.

"Penggunaan teknologi dalam pembangunan jalan adalah pilihan, disini (Palembang-Indralaya) itu berada di daerah rawa yang sesuai perhitungan dalam jangka waktu tertentu pasti terjadi penurunan tanah. Untuk itu kita memilih untuk mempercepat penurunan tanah dalam waktu singkat sehingga cepat memadat,yaitu dengan VCM," tutur Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Thomas Setiabudi Aden di Palembang, Rabu.
Cara yang biasa hanya dengan system drainase vertical melalui Perforated Vertical Drain (PVD). Thomas mengatakan untuk mempercepat lagi, dengan VCM ini air disedot melalui PVD tersebut.

VCM dimaksudkan untuk mempercepat penurunan dan meningkatkan daya dukung tanah asli yang lunak dengan melakukan pemompaan vakum pada tanah yang dimaksudkan untuk mengurangi kadar air maupun kadar udara pada butiran tanah sehingga dapat memperepat penurunan jangka panjang dan perbedaan penurunan.

Person In Charge (PIC) Perbaikan Tanah PT Hutama Karya Infrastruktur Resnu Aditya mengatakan, pada uji tanah awal ditemukan bahwa dari panjang keseluhan 22 km ruas tol tersebut, dari km 0 sampai dengan km 16 kondisi tanahnya harus dilakukan perbaikan, namun dalam perkembangannya, sampai dengan km 20 membutuhkan perbaikan walaupun sifatnya hanya pada titik tertentu.


"Dengan sistem VCM ini dapat dilakukan percepatan 4 bulan dibandingkan dengan metode konvensional yaitu satu tahun," tutur Resnu.

Kelebihan lainnya adalah tidak dibutuhkannya material tanah sebagai beban sementara, selain itu penggunaan sumber daya yang minim juga meminimalisir penggunaan alat berat. Konsolidasi/penurunan tanah juga bersifat isotropic sehingga resiko ketidakstabilan lereng dapat dieliminir.

Selain itu juga kelebihannya adalah memiliki gangguan yang rendah terhadap kegiatan pekerjaan lainnya, bahkan dapat melakukan overlap dengan pekerjaan lain sehingga jadwal konstruksi secara keseluruhan dapat dipersingkat.

Ditambah lagi teknologi ini ramah lingkungan, karena perbaikan tanah bersifat mekanis tanpa penggunaan bahan-bahan kimia.

Dalam pembangunan jalan tol di Indonesia, diketahui bahwa teknologi ini baru pertama kali digunakan di tol Palembang–Indralaya.
Description: http://ad.beritasatumedia.com/b1-ads/www/delivery/lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=59&loc=http%3A%2F%2Fwww.beritasatu.com%2Fmakro%2F352703-tol-palindra-seksi-i-selesai-desember-2016.html&referer=https%3A%2F%2Fwww.google.co.id&cb=b3bfdfdea3




PALEMBANG - Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan Dr. Ekowati Retnoningsih, SKM, M.Kes di Palembang beberapa hari yang lalu memaparkan rencana program Pembangunan Jalan TOL Sumatra Selatan, diantaranya TOL Palembang-Indralaya (PALINDRA) sepanjang 22 km.  Saat ini Dana yang cair baru Rp. 1 trilun dari rencana Rp. 3,3 Triliun yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, katanya.  Trase jalan TOL PALINDRA sepanjang 22 km semuanya masuk Wilayah Kabupaten Ogan Ilir, meliputi 4 wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat, Indralaya Utara dan Kecamatan Indralaya, dan melewati 15 desa dan 1 kelurahan.  
Rincian desa-desa yang terkena lokasi jalan TOL PALINDRA adalah :
1. Kecamatan Pemulutan, meliputi : Desa Ibul Besar 3, Desa Ibul Besar 1, Simpang Pelabuhan Dalam,     Muara Baru, Teluk Kecapi, Muara Dua, Sukarami, dan Seri Banding.
2. Kecamatan Pemulutan Barat, meliputi, : Desa Arisan Jaya, Ulak Petangisan, Talang Pangeran Ulu, dan  Talang Pangeran Ulu, dan Talang Pangeran Ilir.
3. Kecamatan Inderalaya Utama : Desa Palem Raya dan Pulau Semambu
4. Kecamatan Inderalaya : Desa Tanjung Seteko dan Inderalaya Indah
Pada tahap I sepanjang 7 km, ada 254 bidang tanah yang terkena pembebasan. Sebanyak 222 bidang telah dibayar, berupa jalan dan sungai 14 bidang. Ada 9 bidang yang tidak diganti rugi karena diluar trase. Ke-9 bidang lain gantinya dititipkan di pengadilan. Di tahap II sepanjang 19 km, ada seksi II dan III serta lahan exit tol. Total ada 614 bidang lahan yang dalam proses pembebasan.
Nilai investasi tol Palindra ini diprediksi Rp. 3,3 triliun. "Sudah ada Rp. 1 triliun yang dikucurkan untuk memulai pembangunan," ungkapnya. Untuk masa konsesinya, diharapkan selama 50 tahun. Menurut hitung-hitungan, tarif awal operasi tol ini Rp. 14.277, dengan tarif awal golongan I Rp. 600.
Telah pula dilakukan riset terhadap exit tol. Digerbang tol Palembang, Desa Ibul Besar II Besar II, Kecamatan Pemulutan, pemukiman Pemulutan, ppemukiman penduduk hanya 20 meter dari tepi jalan raya. Kondisi tanah di belakang pemukiman penduduk berupa rawa. Panjangnya mencapai 19 km trase jalan tol tersebut. "status tanahnya milik penduduk", kata Ekowati.
Di karya Jaya, ada permukiman penduduk di lokasi gerbang tol. Ada crossing jalan areal di Pelabuhan Dalam. Di Pemulutan, kontur tanahnya berupa rawa. terdapat jaringan SUTET milik PLN. Diareal KTM Rambutan, tanahnya juga rawa.
"tapi lokasi gerbang tol berupa tanah padat," bebernya. Sedangkan di gerbang timur Unsri, tanahnya padat hingga 3 km di tepi jalan raya. Lalu, Lokasi di gerbang utama Unsri, ada pemukiman padat penduduk.