Laman

"46 Tahun KORPRI Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa"

Selasa, 03 Maret 2015

MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI KUNJUNGI OGAN ILIR

Tampak Marwan Jafar, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi RI saat memberikan pengarahan
TANJUNG BATU - Rombongan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Senin 02 Maret 2015. Menteri Marwan Jafar disambut oleh jajaran Pemerintah Kab Ogan Ilir langsung menuju Kec Tanjung Batu dan Desa Burai.
Seperti diketahui Desa Burai pada beberapa tahun terakhir telah memperoleh bantuan dari Kementerian Daerah Tertinggalk era Presiden Susilo Bambang Yodhoyono dengan mengembangkan potensi rawa menjadi produktif tanaman padi, ternak dan ikan.  Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI pada kesempatan itu meminta kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan memprioritaskan pembangunan di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu. 
Hal ini disebabkan Desa Burai terdapat sangat banyak potensi
yang ada, salah satunya kerajinan songket. "Di sini bisa dibuatkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), ada lele, gurame, dan ikan. Hasil songket di Desa Burai ini juga bisa dibuat BUMDes. Nanti infrastrukturnya juga dibangun. Ada tiga macam dana bantuan, yaitu dana bantuan dari kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat," ujarnya, Senin (2/3).
Untuk menuju Desa Burai, saat ini Pemda Kab Ogan Ilir telah menyelesaikan sarana perhubungan darat dengan jalan beton menuju Ibukota Kabupaten Ogan Ilir langsung di Tanjung Senay dan ke ibukota Kecamatan Tanjung Batu melalui dana APBD Kab Ogan Ilir, ungkap Bupati Ogan Ilir.

Menurut Marwan, Desa Burai awalnya masuk kategori terbelakang. Namun sekarang menjadi terdepan‎, sehingga perlu didukung penuh untuk menghasilkan produk-produk desa yang berkualitas.

Dalam kesempatan berkunjung ke Desa Burai, Marwan meluruskan informasi terkait dana desa yang sebelumnya disebut-sebut Rp 1.4 miliar/desa/tahun. Menurutnya, jumlah dana tersebut akan dicairkan secara bertahap selama lima tahun.

“Alokasi dana desa dalam APBN 2015 Rp 9 triliun untuk disalurkan ke sekitar 74 ribu desa se- Indonesia. Namun pemerintah melalui Kementerian Keuangan menambah alokasi dana desa dari kompensasi pengurangan subsidi BBM sebesar Rp 11 triliun. Jadi total alokasi dana desa tahun ini Rp 20 triliun yang akan disalurkan ke desa,” katanya.

Menurut Marwan, kalau dihitung berdasarkan jumlah desa yang saat ini berjumlah 74 ribu di seluruh Indonesia, maka rata-rata setiap desa akan mendapatkan dana sekitar Rp 140 juta pada tahun 2015.