Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Senin, 25 Mei 2015

PRESIDEN RI TAMBAHKAN DANA ALOKASI KHUSUS IRIGASI, PERTANIAN, JALAN DAN RUJUKAN KESEHATAN

JAKARTA - Presiden Repubik Indonesia Ir. Joko Widodo (Jokowi) Senin 25 Mei 2015 di Istana Jakarta akhirnya menjelaskan mengenai alokasi anggaran hasil pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 186 triliun. Menurut Presiden RI Jokowi, jika alih subsidi tidak dilakukan, dana untuk rakyat yang kurang mampu dan program produktif tersebut, hanyalah berupa asap kendaraan bermotor.
“Jika alih subsidi tidak dilakukan, kita mempunyai bom waktu yang dapat meledak kapan saja karena pemerintah tidak punya cukup uang untuk membantu rakyat miskin dan membiayai kegiatan produktif,” tegas Jokowi seperti disampaikan Teten Masduki, Tim Komunikasi Presiden, dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Senin (25/5/2015).

Berikut alokasi anggaran tersebut:

1. Menambah dana perlindungan sosial sebesar Rp 14,3 trilliun, yaitu untuk Kartu Keluarga Sejahtera dan program Keluarga Harapan
2. Menambah dana perlindungan kesehatan sebesar Rp 422 miliar, yaitu untuk tambahan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan peningkatan 1,8 juta penerima, Rp 2,2 triliun penambahan fasilitas, sarana, prasarana untuk RS rujukan nasional
3. Untuk Dana Desa Rp 11,7 triliun
4. Rp 3,3 triliun untuk pengembangan armada perbatasan, sistem informasi dan logistik kelautan
5. Rp 6,4 triliun untuk sektor pendidikan,antara lain digunakan untuk tambahan 10 juta siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), sehingga total penerima menjadi 19,2 juta siswa
6. Rp 16,9 triliun untuk sektor pertanian, antara lain untuk peningkatan produksi pangan melalui pembangunan irigasi, alat dan mesin pertanian, pupuk dan benih unggul
7. Untuk sektor perumahan rakyat dan pekerjaan umum, Rp 8,4 triliun untuk irigasi, waduk, pengendalian banjir. Rp 9,1 triliun untuk pengembangan air minum, penyehatan lingkungan, pengembangan permukiman, Rp 10 triliun infrastruktur jalan dan jalan wilayah perbatasan, dan Rp 5,75 triliun pembangunan jalan tol
8. Untuk sektor perhubungan, Rp 11,9 triliun pembangunan berbagai jenis kapal, fasilitas pelabuhan dan sistem informasi
9. Peningkatan Dana Alokasi Khusus untuk membantu daerah, yaitu Rp 9,3 triliun untuk infrastruktur irigasi, Rp 4 triliun untuk pertanian, Rp 5 triliun untuk pembangunan jalan dan Rp 1,4 triliun untuk peningkatan pelayanan rujukan kesehatan.