Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Rabu, 03 Juni 2015

MAWARDI YAHYA SAMPAIKAN PIDATO LKPJ AMJ DAN LKPJ TAHUN 2014, SERTA LAPORAN PERTANGGUNGJAWAB APBD KAB OGAN ILIR TA 2014



INDRALAYA -  Bertempat di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir Rabu 3 Juni 2015 Bupati Ogan Ilir Ir. H.Mawardi Yahya menyampaikan pidato Akhir mas jabatan berupa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir masa jabatan (AMJ) Bupati Ogan Ilir Tahun 2010-2015, LKPJ Bupati Tahun 2014, dan Laporan PertanggungJawaban Pelaksanaan APBD Kab Ogan Ilir Tahun Anggaran 2014.  Rapat paripurna DPRD Ogan Ilir dimulai pukul 10.00 WIB dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD Ogan Ilir, Kapolres Ogan Ilir, Dandim O402 OKI/OI, Plt Sekda OI H. Herman, SH, MM serta undangan lainnya.
Mawardi Yahya dalam mengawali pidatonya menyampaikan bahwa
" LKPJ Bupati Ogan Ilir Tahun 2014, LKPJ AMJ tahun 2010-2015 yang disampaikan pada Rapat DPRD Kabupaten Ogan Ilir hari ini, merupakan pemenuhan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor  3 Tahun 2007 tentang LPPD kepada Pemerintah, LKPJ Kepala Daerah kepada DPRD dan Informasi LPPD kepada masyarakat. LKPJ merupakan penyampaian penjelasan Bupati kepada DPRD menyangkut pelaksanaan anggaran daerah, tugas pembantuan, dan tugas umum pemerintahan selama tahun 2014 dan  tahun 2010-2015". 
Pada kesempatan itu Bupati Ogan Ilir juga menginformasikan gambaran umum APBD Kabupaten Ogan Ilir, yaitu sebagai berikut :

1.   Rencana APBD Kabupaten Ogan Ilir tahun anggaran 2005 sebesar Rp.213,68 milyar dengan realisasi Rp.191,60 milyar, tahun anggaran 2010 sebesar Rp. 719,98 milyar dengan realisasi Rp. 435,26 milyar, tahun anggaran 2014 adalah Rp.1,28 triliun dengan realisasi Rp. 990,68 milyar, dan tahun anggaran 2015 direncanakan sebesar Rp. 1,23 triliun dengan realisasi per 31 Maret 2015 adalah 96,88 milyar. Dengan kata lain selama tahun 2005 sampai 2015 terjadi peningkatan rencana APBD sebesar 550, 87 persen.
2.   Rencana Pendapatan Daerah APBD Kabupaten Ogan Ilir tahun anggaran 2005 adalah Rp.210,84 milyar dengan realisasi Rp. 222,88 milyar, tahun anggaran 2010 sebesar Rp. 706,60 milyar dengan realisasi Rp. 563,68 milyar, tahun anggaran 2014 meningkat menjadi Rp.1,33 triliun dengan realisasi Rp.1,07 triliun, dan tahun anggaran 2015 pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp. 1,23 triliun dengan realisasi per 31 Maret 2015 sebesar Rp.153,70 milyar. Dengan kata lain selama tahun 2005 sampai 2015 terjadi peningkatan rencana Pendapatan Daerah APBD sebesar 584, 92 persen.
3.   Pada tahun anggaran 2014 Rencana Belanja Daerah sebesar Rp.1,28 triliun dengan realisasi Rp. 990,68 atau 77,19 %, dengan rincian rencana Belanja Pelayanan Publik Rp.725,75 milyar dengan realisasi Rp.504,81 milyar atau 69,55 % dan rencana Belanja Tidak Langsung Rp.558,18 milyar dengan realisasi Rp.485,87 milyar atau 87,05 %.
Mengenai APBD Kabupaten Ogan Ilir tahun anggaran 2015; Rencana Pendapatan Daerah APBD telah ditetapkan sebesar Rp. 1,23 triliun, kemudian pada tanggal 27 April 2015 lalu Pemerintah Daerah telah mengajukan Perubahan Pendapatan APBD Tahun Anggaran 2015 dalam Rapat Paripurna ke-V DPRD sebesar Rp. 1,39 triliun. Rencana Belanja Daerah APBD Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 1,23 triliun juga telah diajukan perubahannya menjadi Rp. 1,27 triliun, dengan alokasi Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 727,77 milyar dan Belanja Pelayanan Publik sebesar Rp. 551,31 milyar.  Dari Rencana Belanja Induk APBD  Rp. 1,23 triliun per 31 Maret 2015 realisasi anggaran yang dipergunakan mencapai Rp. 96,88 milyar, sedangkan realisasi pengeluaran pembiayaan daerah mencapai Rp. 27,64 milyar berupa pembayaran utang pokok, hingga 31 Maret 2015 realisasi Pendapatan Daerah mencapai Rp.153,69 milyar.


Mawardi Yahya juga menyampaikan capaian indikator kinerja pemerintahan daerah Kabupaten Ogan Ilir yaitu sebagai berikut
1.   Pada tahun 2006 telah dilakukan pemekaran kecamatan dari 6 kecamatan menjadi 16 kecamatan, diikuti dengan pembangunan kantor pemerintahan kecamatan,  kantor UPTD Diknas Kecamatan, pembangunan gedung BPP Kecamatan dan Balai KB Kecamatan.  Kemudian dilakukan pemekaran desa dari 159 desa menjadi 227 desa, dan dari 5 kelurahan menjadi 14 kelurahan, hingga saat ini terdapat 241 desa / kelurahan. 
2.   Pada tahun 2005, telah diterbitkan 36 peraturan daerah dan 20 Peraturan Bupati Kabupaten Ogan Ilir, hingga tahun 2010 telah diterbitkan Perda sebanyak 146 perda dan 136 perbup, dan sampai tahun 2015 telah diterbitkan 228 perda dan 317 Perbup Ogan Ilir.
3.   Pencapaian angka IPM Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 adalah 66,34 kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 69,51 dan tahun 2014 meningkat menjadi 70,91. Dengan demikian selama 10 tahun terjadi peningkatan IPM sebesar 4,57 poin.
4.   Pencapaian Kinerja Pendidikan ditandai dengan meningkatnya Rata-rata Lama Sekolah anak usia 15 tahun keatas dari 6,6 tahun pada tahun 2005 menjadi 7,53 tahun pada tahun 2010 dan meningkat menjadi 7,65 tahun pada tahun 2014.  Dengan kata lain selama tahun 2005 hingga 2014 terjadi peningkatan rata-rata lama sekolah sebesar 1,05 tahun.
5.   Meningkatnya rata-rata angka melek huruf dari 94,20 % pada tahun 2005 meningkat menjadi 97,62 % pada tahun 2010 dan meningkat menjadi 97,82 % pada tahun 2014.
6.   Pencapaian Kinerja Kesehatan, ditandai dengan peningkatan Usia Harapan Hidup, pada tahun 2005 Usia Harapan Hidup mencapai 64,80 tahun, meningkat menjadi 66,27 tahun pada tahun 2010, kemudian meningkat menjadi 66,92 tahun pada tahun 2014.  
7.   Jumlah penduduk Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2005 adalah 356.983 jiwa dengan laju pertumbuhan 1,9 % sedangkan jumlah penduduk tahun 2010 mencapai 422.712 jiwa dengan pertumbuhan 1,42 %, kemudian pada tahun 2014 hasil koreksi Sistem Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Kabupaten Ogan Ilir mencapai 426.804 jiwa. Adapun Komposisi penduduk Kabupaten Ogan Ilir tahun 2014 terdiri dari Laki-laki sebanyak 215.700 jiwa dan perempuan sebanyak 211.104 jiwa, serta Jumlah Kepala Keluarga mencapai 112.601 KK. 
8.   Pada tahun 2005 Jumlah penduduk miskin adalah 82.700 jiwa atau 22,67 %, kemudian pada tahun 2010 turun menjadi 55.498 jiwa atau 14,57 %, dan pada tahun 2014 turun menjadi 50.104 jiwa atau 13,85 %.
9.   Jumlah pengangguran tahun 2005 adalah 34.885 jiwa atau 9,77 %, kemudian pada tahun 2010 turun menjadi  7.218 jiwa atau 3,33 %, dan pada tahun 2014 turun menjadi 7.199 jiwa atau 3,03 %.
10.   Perkembangan perekonomian daerah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 mencapai Rp. 1,95 triliun, kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi Rp. 3,74 triliun, dan pada tahun 2014 meningkat menjadi Rp. 6,58 triliun.
11. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 mencapai 4,71 %, kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 5,93 %, dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 6,68 % serta pada tahun 2014 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,86 %.
12. Perkembangan pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 mencapai Rp. 4,76 juta, kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi Rp. 8,33 juta, dan pada tahun 2014 pendapatan per kapita penduduk meningkat menjadi Rp. 12,72 juta.
13. Panjang jalan Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2005 adalah 507,52 km, pada tahun 2006 telah dibangun jalan baru sepanjang 157,53 km. Sejak tahun 2006 hingga tahun 2010 telah dibangun jalan baru sepanjang 320,95 km.  Sampai tahun 2015 telah dibangun jalan baru sepanjang 397,48 km sehingga panjang jalan kabupaten saat ini adalah 905 km.
14. Panjang jembatan Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 adalah 82 buah dengan panjang 1.383 meter, tahun 2006 mulai dibangun sebanyak 5 buah jembatan baru, kemudian sampai tahun 2010 telah dibangun jembatan baru sebanyak 94 buah dengan panjang 3.678 meter sehingga jumlah jembatan menjadi 176 buah.  Sejak 2005 sampai 2015 telah dibangun jembatan baru sebanyak 147 buah sehingga jumlah jembatan kabupaten tahun 2015 mencapai 229 buah sepanjang 5.172,5 meter.  
15. Pada tahun 2005 jumlah sarana gedung sekolah berjumlah 289 sekolah negeri dan 39 sekolah swasta, terdiri dari 258 unit SD/MI Negeri, 16 unit SD/MI swasta, 22 unit SMP/MTS Negeri, 10 unit SMP/MTs swasta, 9 unit SMA/SMK/MA Negeri dan 13 unit SMA/SMK/MA swasta.
Pada tahun 2010 jumlah sekolah mencapai 367 sekolah negeri dan 112 sekolah swasta, terdiri dari 275 unit SD/MI Negeri, 25 unit SD/MI swasta, 67 unit SMP/MTs Negeri, 51 unit SMP/MTs swasta, 22 SMA/MA Negeri, 31 unit SMA/SMK/MA swasta, 3 unit SMK Negeri dan 5 SMK swasta.
Kemudian pada tahun 2015 terdapat 348 sekolah negeri dan 112 sekolah swasta, terdiri dari 250 unit SD/MI Negeri, 29 unit SD/MI swasta, 68 unit SMP/MTs Negeri, 48 unit SMP/MTs swasta, 30 SMA/SMK/MA Negeri dan 35 unit SMA/SMK/MA swasta. 
Sejak tahun 2005 hingga 2015 telah dibangun SD Negeri sebanyak 22 unit, regrouping SD sebanyak 8 unit, telah dibangun gedung SMP Negeri sebanyak 46 unit, telah dibangun SMA Negeri sebanyak 13 unit, dan SMK Negeri sebanyak 8 unit.
16. Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2005 memiliki 10 Puskesmas, 27 Puskesmas Pembantu, dan 86 Polindes. Tahun 2006 sarana kesehatan telah meningkat menjadi 19 Puskesmas, 27 Pustu, dan 98 Polindes.  Tahun 2010, di Kabupaten Ogan Ilir terdapat 24 unit Puskesmas, 19 unit Puskesmas Pembantu, 184 unit Poskesdes, 1 unit rumah bersalin, 19 unit Tempat Praktek Dokter, dan 373 unit POSYANDU.  
Pada tahun 2015 sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Ogan Ilir berjumlah 623 unit, meliputi : 2 unit RSU yakni RSUD Kab Ogan Ilir dan RSU Mahyu Zahra Indralaya, 7 unit poliklinik, 25 unit Puskesmas, 17 unit PUSTU, 203 unit Poskesdes, 328 unit Posyandu aktif, 25 unit praktek dokter, dan 16 unit apotik / toko obat.
17. Pada tahun 2005, Angka Kematian Bayi di Kabupaten Ogan Ilir mencapai 41 bayi per 1.000 kelahiran, kemudian  turun menjadi 2 bayi meninggal per 1.000 kelahiran, dan pada tahun 2014 angka kematian bayi menjadi 3 bayi per 1.000 bayi kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Ibu pada tahun 2005 adalah 10 ibu per 100.000 ibu melahirkan, kemudian pada tahun 2010 jumlah ibu meninggal faktor melahirkan berjumlah 9 ibu per 100.000 ibu melahirkan dan pada tahun 2014 menjadi 6 ibu per 100.000 ibu melahirkan hidup.
18. Pada tahun 2005, jumlah desa yang belum mendapat jaringan Listrik PLN sebanyak 24 desa/kelurahan dari 164 desa/kelurahan waktu itu dan menjadi 36 desa setelah dilakukan pemekaran desa dan kelurahan pada tahun 2006, melalui Program Listrik Masuk Desa yang laksanakan setiap tahun, jumlah desa yang belum memperoleh jaringan listrik PLN hingga Desember 2014 tinggal 3 desa lagi yaitu Desa Pinang Mas, Desa Sungai Pinang Nibung dan Desa Pinang Jaya Kec. Sungai Pinang,  saat ini kita sedang menyelesaikan pemasangan jaringan listrik di 3 desa tersebut. Pada akhir 2015, semua desa/kelurahan sudah terang-menderang tidak ada lagi desa dan kelurahan yang belum mendapat jaringan listrik PLN.

Sejak berdiri hingga saat ini Kabupaten Ogan Ilir masih menempatkan sebagai kabupaten penghasil beras dan surplus yang terus meningkat. Pada tahun 2005 surplus beras mencapai 42.264 ton dari produksi beras 95.111 ton, kemudian surplus beras menjadi 72.200 ton pada tahun 2010 dari produksi beras 124.288 ton, kemudian pada tahun 2014 surplus beras meningkat menjadi 73.243 ton dari produksi beras sebanyak 127.702 ton.
Mengenai salah satu Misi dari Visi Bupati Tahun 2010-2015, beliau menyampaikan Misi Keempat yaitu Meningkatkan Kualitas Infrastruktur Wilayah guna Memperlancar Aktivitas Kehidupan dan Perekonomian Masyarakat. Pencapaian pelaksanaan Misi Keempat antara lain ditunjukkan antara lain :


1)   Pada tahun 2005, panjang jalan kabupaten adalah 507,52 km, Pada tahun 2010, panjang jalan dalam kondisi baik adalah 738,84 km atau 91,96 % dari 803,42 km total panjang jalan kabupaten; dengan kondisi jalan beraspal dan beton mencapai 335,43 km, kondisi batu/kerikil 149,22 km  dan kondisi jalan tanah  318,77 km. Pada tahun 2015, panjang jalan dalam kondisi baik adalah 749,02 km atau 82,76 % dari 905 km total panjang jalan kabupaten, dengan kondisi jalan beraspal mencapai 329,30 km, jalan beton mencapai 70,86 km, kondisi batu/kerikil sepanjang 205,69 km  dan kondisi jalan tanah  299,15 km.   

2)   Selama tahun 2010-2015, telah dilakukan peningkatan jalan dengan aspal sepanjang 67,46 km, peningkatan jalan dengan batu/kerikil sepanjang 140,78 km, dan peningkatan jalan dengan beton sepanjang 70,86 km.
3)   Selama tahun 2010-2015, telah dilakukan pembangunan jembatan baru dengan cor beton sebanyak 4 unit sepanjang 459 meter, dan jembatan baru plat pipa besi sebanyak 11 unit sepanjang 411 meter, rehab jembatan dengan cor beton dan plat pipa besi sepanjang 747 meter, serta peningkatan jembatan menjadi cor beton dan plat pipa besi sepanjang 220 meter.
4)   Telah dilakukan Pembangunan tembok penahan/talud/bronjong pada tahun 2010-2015 antara lain  di Desa Rengas, Sudi Mampir, Kuang Dalam, Serikembang III, Seribandung, Rantau Panjang, Pemulutan Ulu, Seri Dalam, Kamal, dan tembok penahan di Desa Seritanjung-Seribandung.   
5)   Rehabilitasi dan normalisasi saluran irigasi/anak sungai tahun 2010-2015 antara lain : Anak Sungai di Desa Sekonjing, Lubuk Rukam-Rantau Alai, Penesak Meranjat Ilir – Serikembang, Desa Kuang Dalam, Desa Pegayut, Rawa Desa Harapan Jaya, Desa Muara Dua, saluran Desa Permata Baru, sungai Belimbing di Desa Pematang Bangsal, anak sungai Desa Kumbang Ulu - Tanjung Alai, saluran primer Simpang Pelabuhan Dalam - BPA Skeb II, saluran skunder Pangkalan Pinang - pipa bengkok, saluran sekunder sembadak, saluran primer Ulak Petangisan, saluran sekunder Ulak Kembahang, saluran primer Arisan Baru, saluran primer Talang Pangeran Ilir, saluran primer ibul besar, saluran Muara Penimbung - Arisan Jaya - Muara Dua, saluran KM 21 SP 10 – Pelabuhan Dalam, saluran sungai Desa Sungai Keli, saluran primer Talang Pangeran Ilir,  Jaringan Irigasi Desa Sukaraja Lama, anak sungai simpang Ketapang, saluran sekunder Desa Sungai Pinang – Pinang Jaya, saluran sekunder Lebak Tiang Bilik.
6)   Pembangunan kompleks dan gedung perkantoran terpadu Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir tahun 2011 melalui dana provinsi telah dimulai pembangunan gedung rumah sakit, mulai tahun 2012 dilakukan pembangunan masjid raya, tahun 2013-2014 pembangunan kantor Bupati meliputi gedung utama dan gedung sekretariat daerah, Kabupatenan meliputi rumah dinas Bupati, pendopoan, dan guest house, gedung DPRD meliputi gedung paripurna, secretariat DPRD, ruang komisi, ruang kerja anggota DPRD dan ruang fraksi DPRD, peningkatan jalan dan pembangunan pintu gerbang menuju perkantoran, lapangan upacara, dan gedung SKPD BAPPEDA, Inspektorat, BKD, Dinas Pendidikan, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Cipta Karya, dan Kantor Satpol PP.
7)   Pembangunan jalan poros desa, jalan lingkungan, jalan setapak, jembatan desa dan siring desa/kelurahan di 16 kecamatan, dermaga sungai, Gerbang di Simpang Pelabuhan Dalam, Tugu simpang Meranjat, tugu Tanjung Raja, pembangunan sarana-prasarana TPA Palem Raya meliputi jalan masuk, pos jaga, wokshop, tempat cucian kendaraan dan kantor TPA, serta perbaikan TPA Tanjung Raja. Pembangunan dan pemeliharaan Lampu penerangan jalan umum dan lampu taman perkantoran. Tahun 2012-2014 telah dilakukan pemugaran rumah tidak layak huni masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 9.554 rumah tersebar di 231 desa pada 16 kecamatan.

Selama tahun 2010-2015 telah dilakukan Pembangunan air bersih untuk masyarakat sebanyak 124 desa baik melalui dana DAK, Dana PAMSIMAS maupun dana pendamping PAMSIMAS.  Selain itu juga telah dilakukan pembangunan baru IKK Ranjang Panjang dan IKK Rantau Alai yang saat ini sudah beroperasi,  perluasan jaringan sarana air bersih dalam Kota Indralaya, ke kompleks perkantoran terpadu, IKK Tanjung Raja, IKK Payaraman, IKK Tanjung Sejaro, IKK Seritanjung, IKK Tanjung Seteko, IKK Tanjung Batu, IKK Payaraman, IKK Muara Kuang, serta pembuatan Sanitasi Masyarakat di 40 desa dalam Kabupaten Ogan Ilir.  Perluasan pelayanan air bersih PDAM Tirta Ogan dari 3.582 pelanggan aktif pada tahun 2010, menjadi 6.599 pelanggan aktif pada tahun 2015 dari 8.129 total pelanggan dengan jumlah penduduk terlayani mencapai 58.322 jiwa atau 23 %, dengan kapasitas produksi 197,5 liter per detik.