Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Jumat, 30 Oktober 2015

TMMD DI OGAN ILIR DITUTUP SEKDA H. HERMAN, SH



INDRALAYA- Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir H. Herman, SH, MM Rabu 28 Oktober 2015 telah menutup secara resmi kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa Kodam II Sriwijaya ke-95 di Kabupaten Ogan Ilir yang dipusatkan di Desa Embacang Kecamatan Lubuk Keliat Kab Ogan Ilir. Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson, mengapresiasi progres pembangunan di Desa Embacang, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir (OI), melalui program kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-95 tahun.
Apresiasi tersebut, disampaikan Pangdam II Sriwijaya  bersama Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI Brigjen (Mar) Gatot Triswanto, beserta jajaran Kodam II Sriwijaya, Kodim 0402 OI/OKI, pejabat SKPD di lingkungan Pemkab OI, di Desa Embacang Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten OI.
“Khusus untuk pembangunan jembatan gantung yang
menghubungkan Desa Embacang sangat luar biasa. Saya akui, pengerjaan memang sulit dan tidak mudah. Apalagi bentangan dengan panjang jembatan capai 120 meter dengan lebar 1,5 meter,” ungkap Pangdam II Sriwi jaya Mayjen TNI Purwadi Mukson. Pangdam melanjutkan, pada TMMD ke-95 di Desa Embacang ini, pihaknya menempatkan 150 personel TNI yang bekerjasama dengan Pemkab OI dan stakeholder lainnya.
Selama proses TMMD ber langsung, 150 anggota yang dilibatkan pada TMMD itu tinggal di rumah-rumah penduduk setempat, dengan harapan terciptanya hubungan harmonis dan bersinergi antara TNI dan masyarakat. “Berdasarkan slogan HUT TNI ke-70, bahwa TNI berasal dari rakyat dan TNI untuk rakyat,” jelasnya. Dia melanjutkan, pengerjaan fisik pembangunan di Desa Embacang melalui kegiatan TMMD, meliputi tangga di tepi sungai, pengerjaan rehabilitasi masjid desa, pembangunan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) yang memadai, dan pembangunan jembatan gantung.
Kemudian, untuk kegiatan nonfisik TMMD, ada kegiatan bakti sosial berupa sunatan massal dan kegiatan sosialisasi terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara itu, Waas Teritorial Panglima TNI Brigjen (Mar) Gatot Triswanto, menuturkan, kegiatan tersebut bagus bila daerah tersebut merupakan daerah terisolir. Diharapkan dengan dibukanya daerah itu, bisa meningkatkan ekonomi masyara kat sekitar.
Dengan terbangunnya jembatan gantung di Desa Embacang Kec Lubuk keliat ini, maka desa terakhir yang melepaskan diri dari keterisoliran desa dari 241 desa/kelurahan di Kab Ogan Ilir, hingga saat ini ke-241 desa/kelurahan di Kabupaten Ogan Ilir telah dapat dilewati kendaraan.

“Inilah bentuk kesinambungan berkelanjutan dari program TMMD berupa kegiatan fisik dan non fisik bersama dengan rakyat dan menjadikan TNI makin kuat,” tutur Brigjen Gatot didampingi Sterad Kolonel Czi Amalsyah Tarmizi. Dandim 0402 OKI/OI Let kol Dwi Irbaya.

Setidaknya membutuhkan waktu 45 hari untuk pembangunan jembatan gantung, MCK, tangga, masjid, dan lain nya, dengan total dana mencapai Rp3,2 miliar. “Selain pembangunan fisik, anggota juga melakukan kegiatan non fisik berupa gerakan anti narkoba, penyuluhan kesehatan, baksos sunatan masal untuk anak, pemberian sembako murah dan sebagainya. Karena TNI dari rakyat dan untuk rakyat. Ini semua demi rakyat dan kami melakukan pembangunan demi kesejahteraan rakyat” .