Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Senin, 19 Oktober 2015

WAPRES YUSUF KALLA TANAM PADI IP200 DI DESA PALU KEC PEMULUTAN KAB OGAN ILIR


PEMULUTAN - Wakil Presiden RI Yusuf Kalla melakukan tanam padi sawah di lahan sawah lebak Desa Palu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir didampingi oleh para menteri Kabinet Kerja dan Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Alex Noordin, SH pada Sabtu 17 Oktober 2015.  Tanam IP200 kali dilakukan dalam rangka perigatan Hari Pangan Sedunia ke-35 Tingka Nasional Tahun 2015 yang dipusatkan di Kota Palembang.  Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir yang hadir kurang lebih 5.000 orang memadati lokasi
persahabatan sangat antusias karena pada tahun inipun di Kabupaten Ogan Ilir sudah 2 kali dikunjungi Bapak Presiden dan Wakil Presiden RI.


Pada kesempatan tanam padi tersebut Wakil Presien Yusuf Kalla sempat memberikan bantuan pemerintah pusat secara simbolis kepada perwakilan penerima bantuan kelompoktani di Sumatera Selatan, antara lain : hand Traktor, mesin panen padi, pompa air dan alsintan lainnya.
Selain itu juga Yusuf Kalla memberikan Penghargaan kepada perintis inovasi teknologi pertanian ( para peneliti ) dari beberapa perguruan tinggi.
Usai memberi sambutan dalam acara tanam serentak dan memperingati hari pangan sedunia, JK langsung menuju ke lahan sawah. Tanpa dikomando, JK langsung melepas sepatu beserta kaos kaki, lalu berganti menggunakan sepatu boot berwarna hijau tua. Tidak hanya itu, JK juga menggulung baju batik lengan panjang. 

Layaknya seorang petani, JK beraksi mengoperasikan alat tanam padi modern atau transplanter. Di belakang kemudi, JK menekan tuas dan mesin langsung menyala. Alat berjalan perlahan dan JK nampak hampir hilang keseimbangan. Untungnya, JK yang didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan beberapa petugas sigap menangkap JK dari belakang. 

Transplanter merupakan alat menanam bibit padi secara otomatis. Bibit padi setinggi 10 centimeter (cm) ditata di atas alat, kemudian transplanter siap menanam bibit padi dengan skeman jarak 'jajar legowo'.

Jajar legowo merupakan teknik menanam padi dengan memperhitungkan jarak tanam. Dengan alat ini, bibit padi tidak lagi ditanam sembarangan namun jumlah, kedalaman, dan kondisi penanaman bisa seragam. Manfaatnya, padi bisa tumbuh lebih baik dengan teknik ini. 

Biasanya, pekerjaan menanam bibit secara manula dilakukan oleh 4-5 orang petani dalam tiap petaknya. Butuh waktu sehari penuh untuk menyelesaikan penanaman bibit. Sedangkan, transplanter hanya butuh seorang operator mesin serta bisa memangkas waktu dan tenaga untuk menanam padi.