Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Selasa, 10 November 2015

UPACARA HARI PAHLAWAN DI OGAN ILIR TAHUN 2015 BERLANGSUNG KHIDMAT



INDRALAYA UTARA - Upacara peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 Nopember 2015 ke-70 tingkat Kabupaten Ogan Ilir yang dilaksanakan di lapangan upacara Kantor Camat Indralaya dan Taman Makam Pahlawan Kesatriya Seguguk berlangsung lancar dan khidmat.  Upacara dengan inspektur upacara Penjabat Bupati Ogan Ilir H. Yulizar Dinoto dihadiri juga oleh Kapolres Ogan Ilir, Dandim 0402 OKI/OI, Sekda H. Herman, SH, MM, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, kepala badan, kepala dinas, kepala kantor, pejabat eselon III, pelajar dan undangan  lainnya dimulai pukul 7.30 WIB.  Kemudian dilanjutkan dengan upacara Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Kesatriya Seguguk pada pukul 09.00 WIB dengan Inspektur Upacara
Kapolres Ogan Ilir.  Kemudian dilakukan tabur bunga oleh Inspektur Upacara, Penjabat Bupati Ogan Ilir, Dandim dan pejabat teras lainnya, serta TP PKK Kabupaten, Bayang Kari, Persit dan para Veteran Pejuang Kemerdekaan.
Bupati Ogan Ilir H Yulizar Dinoto, SH dalam sambutannya membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial RI mengatakan : Peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 difokuskan untuk membangun kesadaran dan ingatan kolektif seluruh Bangsa Indonesia sebagai refresentasi pengakuan, penghormatan, dan penghargaan dari nilai-nilai kejuangan  untuk diimplementasikan dalam kehidupan bernegara pada waktu kini dan akan datang.
Hari Pahlawan tahun 2015 ini mengambil Thema : " Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku ". Makna dari thema tersebut adalam untuk diinternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani dei kebenaran serta patriotik.
Lebih lanjut dikatakan Menteri Sosial : Marilah kita renungkan sekali lagi langkah besar bangsa kita seperti Soekarno, Mohammad hatta, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin dan lain terhimpun dalam Panitia Sembilan BPUPKI. Mereka telah mewariskan 5 norma dan nilai-nilai yang kemudian menjadi PANCASILA.

Peringatan Hari Pahlawan dapat dijadikan sebagai cermin atau refleksi tentang pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan untuk menggapai harapan masa depan dengan terus bekerja dan bekerja dalam rangla mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera sebagai cita-cita perjuangan bangsa yang termuat dalam sila kelima Pancasila yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, juga sebagai momenfum dalam rangka menumbuh-kembangkan nilai-nilai persatuan, kepahlawanan, keperintisan, dan kesetiakawanan sosial.
Oleh karena itu, nilai kepahlawanan sejatinya tidak akan pernah usang atau lekang dimakan jaman karena pada setiap waktu dapat diimplementasikan dan direvitalisasi dari generasi ke generasi sepanjang masa sesuai perkembangan jaman.
Untuk itu penyelenggaraan peringatan Hari Pahlawan selalu menjadi penting, karena dapat digunakan sebagai barometer tentang seberapa kuat keyakinan kita terhadap nilai-nilai kejuangan dari suatu proses kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, juga sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang untuk mewujudkan kemerdekaan dan menjaga tetap utuhnya negara kesatuan Republik Indonesia.