Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Selasa, 22 Desember 2015

POLRES OGAN ILIR DAN TNI AMANKAN DEMO MASSA KE KPU KABUPATEN OGAN ILIR

Ketua KPU Ogan Ilir Anahrir saat menemui koordinator demo ke KPU Ogan Ilir.
 INDRALAYA - 500 aparat Petugas dari Kepolisian Resort Ogan Ilir, Polres Banyuasin, Polres Prabumulih, Sat Brimob Polda di Ogan Ilir, Polda Sumsel bekerjasama dengan aparat TNI sejak menjelang siang Senin 21 Desember 2015 mengamankan kompleks perkantoran KPU Kabupaten OI dan Panwaslih Ogan Ilir di KM 34 Indralaya.  Pengamanan berlapis ini dilakukan saat adanya ratusan massa pendemo ke KPU Ogan Ilir dan Panwaslih Ogan Ilir di Indralaya yang melakukan orasi pada demo tersebut dengan menyampaikan tuntutan terhadap adanya DPT Ganda,
dugaan Money Polytic pada Pemilukada 9 Desember 2015, serta menuntut diadakan Pilkada Ulang.
Massa yang datang dari pendukung Paslon 1 dan pendukung Paslon 3 yang datang serentak berkumpul di jalan lintas depan kompleks KPU Kab OI.  Massa pendukung Paslon 1 datang dan longmarch dari Depan Polsek Indralaya dan massa pendukung Paslon 3 datang dari kompleks Persada kediaman H Sobli Calon Bupati.
Jalan lintas timur sempat macet selama 2 jam, dan petugas satlantas Polres Ogan Ilir berjibaku mengamankan kelancaran lalu lintas ini dengan melibatkan petugas LLAJ Dishub dan sat Pol PP Ogan Ilir.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Denny Yono Putra mengatakan bahwa para pendemo sengaja tidak diperbolehkan masuk dilingkungan kantor KPU dan Panwaslih Ogan Ilir, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. " Surat Suara dan kotaknya masih di Kantor KPU Ogan Ilir.  Karena itu kita sterilkan, dan pengamanan diperketat, katanya.
Alhamdulillah massa pendemo tidak anarkis, dan mau mendengar arahan kita, Ya bisa diajak kerjasamalah, lanjut Kapolres OI Denny Yono Putro.
Menanggapi tuntutan para pendemo, Ketua KPU Kabupaten OI An Nahrir mengatakan pengumuman hasil rapat rekapitulasi penghitungan suara pemilukada tingkat kabupaten dan agenda penetapan paslon bupati terpilih akan ditunda.

"KPUD sudah meminta Mahkamah Konstitusi (MK) memberi kepastian dan kejelasan sehubungan dengan agenda pleno penetapan. Namun hingga kini kami belum juga menerima perintah lebih lanjut.  Untuk itu kita akan tunda pleno penetapan yang seharusnya dilaksanakan pada hari ini dan besok (21-22/12 )," terangnya.


Terkait adanya surat dari Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 119, akhirnya rapat yang dilakukan oleh KPU Ogan Ilir (OI) memutuskan menunda rapat pleno terbuka penetapan paslon terpilih pilkada serentak 2015 Kabupaten OI.
Seyogianya berdasarkan tahapan pilkada, rapat penetapan pasangan calon terpilih dilakukan pada Senin dan Selasa tanggal 21-22 Desember.
"Dua keputusan yang dihasilkan dari rapat pleno antara lain, pertama KPU OI menunda rapat pleno penetapan paslon terpilih. Kedua, KPU OI akan melangsungkan rapat pleno penetapan paslon terpilih pada saat sehari sesudah adanya keputusan dari MK," ujar ketua KPU OI, Annahrir SAg.