Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Jumat, 22 Januari 2016

HARI INI RAPAT PLENO TERBUKA KPU KABUPATEN OGAN ILIR PENETAPAN BUPATI OGAN ILIR TERPILIH DI KPT TANJUNG SENAY

INDRALAYA - Hari ini Jumat 22 Januari 2016 pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir akan mengadakan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil Pemilihan Langsung Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir pada tanggal 9 Desember 2015 lalu untuk masa bhakti tahun 2016 - 2021.  Sidang Terbuka KPU Kabupaten Ogan Ilir Jumat siang ini (setelah sholat Jumat) berlangsung di Aula Gedung Serba Guna Komplek Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir di Tanjung Senay Indralaya Kab Ogan Ilir, pihak kepolisian berharap Rapat Pleno Terbuka KPU Ogan Ilir hari ini akan
berlangsung dengan aman, kondusif serta lancar tanpa adanya gangguan keamanan.
Rapat pleno Terbuka KPU Ogan Ilir ini merupakan hasil tindak lanjut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah menghasilkan keputusan sengketa Pilkada Ogan Ilir pada hari kamis 21 Januari 2016 kemaren.
Seperti diketahui kemaren, bahwa Mahkamah Konstitusi menolak gugatan Helmy Yahya-Muchendi Mahzareki, pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir Sumatra Selatan. Terkait hasil pemilihan kepala daerah di wilayah itu.
" Permohonan pemohon tidak dapat diterima, " kata Ketua Majelis Hakim Arief Hidayat, membacakan amar putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Kamis (21/1).

Gugatan tersebut ditolak karena adik Tantowi Yahya itu dinilai tidak memenuhi Pasal 158 ayat (2) huruf b Undang-Undang Pilkada yang mengatur mengenai  hak pasangan calon untuk menggugat jika memiliki selisih perolehan suara maksimal 1,5 persen bagi kabupaten/kota dengan jumlah penduduk antara 250 ribu sampai 500 ribu jiwa. " Kabupaten Ogan Ilir memiliki penduduk 428.382 jiwa, " jelas Hakim Konstitusi Manahan Sitompul ketika membacakan pertimbangan Mahkamah Konsitusi. Perolehan Helmy-Muchendi dalam Pilkada Ogan Ilir berjumlah 94.144 suara, sedangkan lawannya memperoleh 107.578 suara. " Sehingga perbedaan suara yang didapat mencapai 12 persen atau melebihi batas maksimal, " ujar Manahan. Helmy - Muchendi menggugat Komisi Pemilihan Umum Ogan Ilir ke MK dan meminta pemilihan ulang di tiga kecamatan.
Dalam amar putusannya, hakim sependapat dengan jawaban yang disampaikan KPU Ogan Ilir menggunakan Pasal 158 Undang-undang Nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada  untuk menggagalkan gugatan Helmi Yahya. " Hal yang diajukan pemohon justru tidak berisi perselisihan hasil pemilu, tapi mempermasalahkan terkait money politic dan lainnya. Sehingga, kami memandang MAHKAMAH KONSITUSI tidak berwenang memeriksa perkara tersebut, " jelas Annahrir. Selain itu lanjut Annahrir, hakim juga melihat bila pasangan Helmi - Muchendi kurang persyaratan dalam mengajukan gugatan itu, karena selisih suara yang didapatkan mantan presenter kuis itu melebihi batas maksimal yang ditetapkan yakni 1,5 persen. Sedangkan, presentase keunggulan pasangan calon urut 2 AW Noviadi - Ilyas Panji Alam lebih dari 1,5 persen dibandingkan paslon urut 1 dan 3. " Bahwa bila dilihat selisih suaranya adalah 12,19 persen. Maka, pemohon tidak memiliki legal standing untuk mengajukan gugatan ke MK, " jelas pihak KPU.