Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Selasa, 26 Januari 2016

OGAN ILIR KEMBANGKAN MINAPOLITAN DI DESA BURAI TANJUNG BATU

 
INDRALAYA - Untuk mencapai swasembada daging ikan di Kabupaten Ogan Ilir, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Peternakan dan Perikanan sejak tahun 2014 telah mengembangkan kawsan Minapolitan yang terletak di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kab Ogan Ilir.
Tujuan Program Minapolitan dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab Ogan Ilir Tarmuji, SP terutama meningkatkan produksi ikan di kabupaten ini.  “Program minapolitan untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah dengan peningkatan usaha perikanan sebagai kegiatan utama dalam meningkatkan produksi daging ikan, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Dikatakan Tarmuji, tujuan dilakukan pengembangan kawasan minapolitan agar
terciptanya lahan usaha perikanan bagi Rumah Tangga Perikanan, termanfaatnya lahan rawa lebak untuk mendukung ketahanan pangan serta berkembangnya desa burai sebagai pusat pertumbuhan wilayah melalui pengembangan kawasan minapolitan.
“Pembangunan kota minapolitan Ogan Ilir tidak berdasarkan pada suatu wilayah administratif namun lebih menyesuaikan kepada Economic of Scale dan Economic of Scope,” tuturnya.
Masih kata dia, konsep Minapolitan Ogan Ilir akan terdiri distrik-distrik minapolitan. Satu distrik terdiri dari 10.000-25000 jiwa dab batasnya adalah radius 5-10 km dari distrik lainnya atau dari kota pusat pertumbuhan di sepanjang sungai ogan dan sungai kelekar.
“Desa Burai menjadi pusat kawasan dengan 500 hektar sedangkan sub kawasan terdiri Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat, Pemulutan Selatan, Indralaya Selatan, Indralaya Utara, Muara Kuang, Rambang Kuang, dan Lubuk Keliat.
Dikatakannya, kebutuhan akan ikan tawar di Kabupaten Ogan Ilir mengalami
surplus oleh karena itu kedepannya, pihaknya akan meningkatkan jumlah produksi sehingga dapat memenuhi kebutuhan ikan tawar baik untuk kabupaten Ogan Ilir juga Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Selatan.
“Untuk Ikan Tawar kita mengalami surplus, karena kondisi daerah mayoritas perairan sehingga menjadi mata pencarian pokok masyarakat ogan ilir selain bertani,” ujar Tarmudji.
Dikatakannya, di Kabupaten Ogan Ilir ada dua jenis produksi hasil perikanan yakni tangkap dan budidaya, hal ini yang menjadi pihaknya optimis dapat meningkatkan jumlah produksi ikan di Kabupaten Ogan Ilir.
Masih kata dia, Ogan Ilir merupakan salah satu daerah penyuplan Ikan tawar di Sumatera Selatan, hampir setiap harinya hasil produksi ikan di Kabupaten Ogan Ilir mengirim ke luar Ogan Ilir.
“Kita di sini memiliki surveyor yang mendistribusikan ikan tawar ke Kota Palembang yang rata-rata permalamnya mencapai 15 ton/permalamnya,” ujarnya.
Dikatakannya, setiap tahunnya produksi ikan tawar di kabupaten Ogan Ilir terus mengalami peningkatan, ditahun 2013 produksi ikan tawar mencapai 15 juta kilogram pertahun sedangkan di 2014 naik 17 Juta kilogram pertahunnya. “Produksi ikan tawar tiap tahunnya kita mengalami kenaikan,” tuturnya.
Menurutnya, dengan luas wilayah perairan dimiliki Kabupaten Ogan Ilir akan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku industry hilir seperti bahan pembuatan makanan khas pempek, kerupuk dan lainnya.

Salah satu langkah pihaknya untuk memenuhi kebutuhan ikan tawar dengan melakukan pengembangan kawasan minapolitan Ogan Kelekar (15000 RTP) adanya potensi SDA Perairan yang cukup luas yakni 35 persen dari 266.607 ha di kabupaten Ogan Ilir mendukung pengembangan perikanan.
Saat ini baru di kelola 59 persen dimana 99 persen penangkapan tradisional dan 1 persen budidaya. Selain itu, usaha perikanan merupakan salah satu sumber pendapatan andalan masyarakat Ogan Ilir yakni 16.691 RTP penangkapan dan 2.755 RTP Budidaya serta 650 RTP PPHP.