Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Selasa, 09 Februari 2016

MENDAGRI PASTIKAN PELANTIKAN BUPATI TERPILIH 17 FEBRUARI 2016


JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Dodi Riatmadji memastikan kepala daerah terpilih termasuk Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir terpilih Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi dan Ilyas Panji Alam yang terpilih pada 9 Desember 2015 lalu, dipastikan dilantik pada Rabu tanggal 17 Februari 2016. Pelantikan Bupati Ogan Ilir periode 2016 - 2021 akan dilangsungkan di Gedung  PSCC Palembang (Palembang Sport and Conpention Centre). Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noordin bersama 7 Bupati dan Wakil Bupati  di Sumsel terpilih beberapa waktu yang lalu.
Kepastian pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir terpilih berdasarkan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 005/389/SJ tanggal 05 Februari 2016 yang ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo.
Dodi menjelaskan, sebelum bupati dan wali kota terlebih dahulu gubernur terpilih dilantik di Istana Negara, 12 Februari 2016.
“Kepala daerah yang dilantik adalah gubernur, bupati dan wali kota yang akhir masa jabatan (AMJ) berakhir pada bulan Januari. Sedangkan kepala daerah yang berakhir Maret, April, Mei, Juni akan digelar Maret 2016 mendatang,” urai Dodi.
Usai dilantik, bupati dan wali kota diundang ke Jakarta untuk mendengarkan arahan Presiden, Menko, KPK, BIN dan lainnya. “Itu semua dilakukan supaya pola pikirnya komprehensif. Lalu mereka akan mengikuti diklat di Lemhanas,” imbuh Dodi.
- See more at: http://fajar.co.id/nasional/2016/02/06/se-mendagri-pelantikan-kepala-daerah-17-februari.html#sthash.3HWXtCdq.dpuf
Dodi menjelaskan bahwa sebelum pelantikan Bupati dan wakil Bupati, pada tanggal 12 Februari 2016 akan dilakukan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo.
 Usai dilantik lanjut Ka Puspen Kemendagri menyebutkan bahwa Kepala Daerah yang sudah dilantik akan dikumpulkan di Jakarta guna mendapatkan pengarahan dari Bapak Presiden RI Joko Widodo, Kepala BIN, Mendagri, Menko, KPK dan lainnya.  Kemudian mereka akan mengikuti Diklat LEMHANAS di Jakarta.
Usai dilantik, bupati dan wali kota diundang ke Jakarta untuk mendengarkan arahan Presiden, Menko, KPK, BIN dan lainnya. “Itu semua dilakukan supaya pola pikirnya komprehensif. Lalu mereka akan mengikuti diklat di Lemhanas,” imbuh Dodi. - See more at: http://fajar.co.id/nasional/2016/02/06/se-mendagri-pelantikan-kepala-daerah-17-februari.html#sthash.3HWXtCdq.dpuf
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dodi Riatmadji memastikan pasangan kepala daerah (kada) terpilih 2015 segera dilantik. Karena surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri sudah terbit.
Rencana pelantikan itu tertuang dalam SE Nomor 005/389/SJ. SE itu ditandatangi Mendagri Tjahjo Kumolo, 5 Februari 2016. “Itu (SE, red) benar. Pelantikan Bupati dan Wali kota terpilih akan dilakukan serentak pada 17 Februari 2016 di provinsi masing-masing,” ujar Dodi kepada JawaPos.com, Jumat (5/2).
Dodi menjelaskan, sebelum bupati dan wali kota terlebih dahulu gubernur terpilih dilantik di Istana Negara, 12 Februari 2016.
“Kepala daerah yang dilantik adalah gubernur, bupati dan wali kota yang akhir masa jabatan (AMJ) berakhir pada bulan Januari. Sedangkan kepala daerah yang berakhir Maret, April, Mei, Juni akan digelar Maret 2016 mendatang,” urai Dodi.
Usai dilantik, bupati dan wali kota diundang ke Jakarta untuk mendengarkan arahan Presiden, Menko, KPK, BIN dan lainnya. “Itu semua dilakukan supaya pola pikirnya komprehensif. Lalu mereka akan mengikuti diklat di Lemhanas,” imbuh Dodi.
Untuk kepala daerah terpilih yang ditetapkan sebagai tersangka dan terindikasi melakukan praktik korupsi, politik uang hingga ijazah palsu, tetap akan dilantik. Namun, jika yang bersangkutan ditetapkan sebagai terdakwa, maka jabatannya akan langsung dicabut.
- See more at: http://fajar.co.id/nasional/2016/02/06/se-mendagri-pelantikan-kepala-daerah-17-februari.html#sthash.3HWXtCdq.dpuf
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dodi Riatmadji memastikan pasangan kepala daerah (kada) terpilih 2015 segera dilantik. Karena surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri sudah terbit.
Rencana pelantikan itu tertuang dalam SE Nomor 005/389/SJ. SE itu ditandatangi Mendagri Tjahjo Kumolo, 5 Februari 2016. “Itu (SE, red) benar. Pelantikan Bupati dan Wali kota terpilih akan dilakukan serentak pada 17 Februari 2016 di provinsi masing-masing,” ujar Dodi kepada JawaPos.com, Jumat (5/2).
Dodi menjelaskan, sebelum bupati dan wali kota terlebih dahulu gubernur terpilih dilantik di Istana Negara, 12 Februari 2016.
“Kepala daerah yang dilantik adalah gubernur, bupati dan wali kota yang akhir masa jabatan (AMJ) berakhir pada bulan Januari. Sedangkan kepala daerah yang berakhir Maret, April, Mei, Juni akan digelar Maret 2016 mendatang,” urai Dodi.
Usai dilantik, bupati dan wali kota diundang ke Jakarta untuk mendengarkan arahan Presiden, Menko, KPK, BIN dan lainnya. “Itu semua dilakukan supaya pola pikirnya komprehensif. Lalu mereka akan mengikuti diklat di Lemhanas,” imbuh Dodi.
Untuk kepala daerah terpilih yang ditetapkan sebagai tersangka dan terindikasi melakukan praktik korupsi, politik uang hingga ijazah palsu, tetap akan dilantik. Namun, jika yang bersangkutan ditetapkan sebagai terdakwa, maka jabatannya akan langsung dicabut.
- See more at: http://fajar.co.id/nasional/2016/02/06/se-mendagri-pelantikan-kepala-daerah-17-februari.html#sthash.3HWXtCdq.dpuf
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dodi Riatmadji memastikan pasangan kepala daerah (kada) terpilih 2015 segera dilantik. Karena surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri sudah terbit.
Rencana pelantikan itu tertuang dalam SE Nomor 005/389/SJ. SE itu ditandatangi Mendagri Tjahjo Kumolo, 5 Februari 2016. “Itu (SE, red) benar. Pelantikan Bupati dan Wali kota terpilih akan dilakukan serentak pada 17 Februari 2016 di provinsi masing-masing,” ujar Dodi kepada JawaPos.com, Jumat (5/2).
Dodi menjelaskan, sebelum bupati dan wali kota terlebih dahulu gubernur terpilih dilantik di Istana Negara, 12 Februari 2016.
“Kepala daerah yang dilantik adalah gubernur, bupati dan wali kota yang akhir masa jabatan (AMJ) berakhir pada bulan Januari. Sedangkan kepala daerah yang berakhir Maret, April, Mei, Juni akan digelar Maret 2016 mendatang,” urai Dodi.
Usai dilantik, bupati dan wali kota diundang ke Jakarta untuk mendengarkan arahan Presiden, Menko, KPK, BIN dan lainnya. “Itu semua dilakukan supaya pola pikirnya komprehensif. Lalu mereka akan mengikuti diklat di Lemhanas,” imbuh Dodi.
Untuk kepala daerah terpilih yang ditetapkan sebagai tersangka dan terindikasi melakukan praktik korupsi, politik uang hingga ijazah palsu, tetap akan dilantik. Namun, jika yang bersangkutan ditetapkan sebagai terdakwa, maka jabatannya akan langsung dicabut.
- See more at: http://fajar.co.id/nasional/2016/02/06/se-mendagri-pelantikan-kepala-daerah-17-februari.html#sthash.3HWXtCdq.dpuf