Laman

"46 Tahun KORPRI Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa"

Jumat, 04 Maret 2016

OGAN ILIR, KEMBALI DIKUNJUNGI PRESIDEN RI JOKO WIDODO


Presiden RI JOKO WIDODO saat meninjau kemajuan jalan TOL PALINDRA bersama Gubernur Sumsel H Alex Noordin
INDRALAYA - Untuk keempat kalinya Presiden RI Ir. H. Joko Widodo kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ogan Ilir.  Kunjungan Kamis, 03 Maret 2016 kali ini dilakukan dalam rangka melihar kemajuan pembangunan fisik Jalan TOL Indralaya - Palembang.
Kunjungan Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Alex Noordin, SH,  Menteri Perhubungan Iganius Jonan, Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi Mawardi, serta rombongan lainnya.
Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa nilai keekonomian dari pembangunan jalan tol ini jangan dilihat untuk 5-10 tahun mendatang. "Lihat sehari-hari kemacetan di Palembang sudah mulai," kata Presiden di lokasi pembangunan Jalan Tol Palembang - Indralaya di Jl Sisingamangaraja, Desa Ibul Besar III, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis 3 Maret 2016.‎
Oleh karenanya, Presiden meminta agar pembangunan jalan tol ini dilihat manfaatnya untuk 50-100 tahun mendatang, karena jika tidak disiapkan infrastrukturnya terlebih dahulu, maka pembangunan infrastruktur akan terkalahkan oleh pembangunan rumah dan gedung. "Sehingga pembebasannya menjadi sangat mahal," ucap Presiden.
Tampak Bupati Ogan Ilir AW NOFIADI MAWARDI (pakai batik dan topikerja putih) mendampingi Presiden RI JOKO WIDODO di jalan TOL Desa Ibul Besar Kecamatan Pemulutan Kab Ogan Ilir
Progress Jalan Tol Palembang - Indralaya Sangat Baik
‎Presiden mengatakan bahwa proyek Jalan Tol Indralaya - Palembang yang memiliki jarak 22 km memiliki medan yang sangat berat, dimana sepanjang 17 km merupakan rawa-rawa dan hanya 5 km yang bukan rawa. "Proyek ini sudah dimulai bulan Juli 2015, progress-nya sangat bagus mengingat medan yang berat," kata Presiden.
Jalan tol ruas Palembang-Indralaya ini merupakan cabang dari poros Lampung - Palembang hingga ke Aceh. "Ini memang masih baru 11 km, karena memang medannya rawa semua," ucap Presiden.
Beratnya medan, lanjut Jokowi, dapat dilihat dimana air di dalam rawa harus dipompa terlebih dahulu, setelah itu baru dapat dilakukan perkerasan dan dituntaskan dengan aspal. "P‎ada tahun 2017 Insya Allah selesai," ucap Presiden.‎