Laman

"46 Tahun KORPRI Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa"

Rabu, 27 Juli 2016

OGAN ILIR BEBAS DARI PEREDARAN DAN PENGGUNAAN VAKSIN PALSU


INDRALAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir melalui Dinas Kesehatan memastikan bahwa Kabupaten Ogan Ilir terbebas dari vaksin palsu. Hal ini didasar atas komitmen Dinas Kesehatan Ogan Ilir mengambil vaksin langsung dari Kementerian Kesehatan melalui distributor resmi.
“Alhamdulillah Ogan Ilir terbebas dari vaksin palsu yang belakangan ini mencuat ke publik. Kami pastikan imunisasi yang diberikan aman
karena 25 puskesmas dan klinik tertentu yang ada di Ogan Ilir menggunakan vaksin yang didistribusikan langsung dari pemerintah pusat melalui distributor resmi,” ujar Kabid Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes OI, Hj Sumayati, Selasa (26/7/2016).
Menurutnya,
memang selama ini vaksin yang diperoleh baik itu vaksin BCG, campak, polio, hepatitis B dan tetanus toksoid di distribusikan langsung oleh pemerintah pusat sehingga aman jika dilakukan imunisasi. Begitu pun untuk pendistribusian vaksin ke klinik pemerintah. Lanjutnya, tentu klinik akan berkoodinasi dengan Dinkes OI untuk pembelian semua vaksin. Sedangkan untuk klinik yang dikelola swasta langsung membeli ke distributor tanpa berkoordinasi dengan Dinkes OI.
“Kalau untuk klinik swasta di Ogan Ilir kami belum memantaunya, apakah menemukan  vaksin palsu atau tidak. Tapi untuk di Sumsel, terutamanya Ogan Ilir aman dari adanya vaksin palsu,” jelasnya.
Sebagai antisipasi adanya vaksin palsu, pihaknya sejak 18 Juli lalu telah melayangkan surat edaran ke 25 puskesmas yang ada di Ogan Ilir sejak 18 Juli. Surat edaran itu didasarkan atas rujukan surat dari kementerian kesehatan tertanggal 24 Juni lalu.
Dalam surat tersebut, pihaknya mengimbau kepada pelaksana pelayanan imunisasi baik pemerintah dan swasta untuk dapat memeriksakan kembali sumber pembelian  vaksin, baik vaksin BCG, campak, polio, hepatitis B dan tetanus toksoid. Tapi jika diragukan diharapkan agar vaksin tersebut tidak digunakan.
“Kami juga mengimbau agar pelaksana pelayanan imunisasi dapat membeli vaksin dari distribusi resmi PT Biofarma, memantau dan melaporkan ke dinkes atau Balai POM setempat jika ada vaksin diragukan, memantau dan melaporkan ke dinkes bila ada orangtua pasien yang melaporkan kejadian ikutan pasca imunisasi karena vaksin itu,” ujarnya Kabid P2PL Dinkes Ogan Ilir.