Laman

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT OGAN ILIR SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES 2018 DI PALEMBANG SUMATERA SELATAN 18-8-2018

Kamis, 17 November 2016

KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL KAB OGAN ILIR DIJABAT KOMPOL ABDURRAHMAN

PALEMBANG - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, Brigjen Iswandi Hari, telah melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala BNNK Ogan Ilir yang Baru, yakni Kompol Abdul Rahman dan melakukan
serah terima jabatan dari pejabat lama yakni Masulin, S.Sos, M.Si kepada pejabat yang baru Kompol Abdul Rahman.
Pelantikan digelar di kantor BNN Provinsi Sumsel, pada Selasa (8/11/2016) sekitar pukul 09.30 WIB.
Pelantikan berlangsung hikmat dihadiri jajaran BNNP Sumsel dan BNN Kabupaten Ogan Ilir.
Pejabat baru langsung diambil sumpah oleh Kepala BBNP Sumsel untuk mengemban tugasnya dengan baik.
Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Iswandi Hari mengatakan, pergantian kepala BNNK Ogan Ilir ini sudah kedua kalinya.
Diharapkan pejabat baru ini, semangat baru, bisa menekan laju prevalensi penyalahgunaan narkoba.
"Ya jelas itu yang saya harapkan. Pejabat baru semangat baru, bisa menekan penyalahgunaan narkoba," tegas jendal bintang satu ini.
Dijelaskannya, karena di Indonesia ada 34 provinsi, posisi Sumsel ada pada peringkat 21. Nah ini harus ditekan.
" Harus kita tekan, jangan sampai kita masuk kelompak ke-11 provinsi yang rawan. 11 provinsi yang rawan itu kategorinya adalah pengguna narkoba yang sudah melebihi 2 persen dari jumlah penduduk. Ini adalah pekerjaan berat yang harus kita lakukan dan harus bersama-sama dengan stake holder yang ada untuk memberantasnya," harapnya.
Ketika disinggung mengenai rolling ini, Iswandi mengatakan ini dilakukan untuk refreshing.
Dalam organisasi ada tour of area, ini bisa dilakukan untuk penyegaran.
"Harapan kita tugas cegah, berantas makin semangat dilaksanakan," katanya.
Sedangkan kepala BNNK Ogan Ilir mengatakan, pertama ia akan melakukan agendanya untuk melakukan pemetaan terlebih dahulu, untuk mengetahui dimana-mana daerah yang mungkinkan adanya peredaran narkoba.
Lalu kedua, dirinya akan mengedepankan pencegahan, selain melakukan penindakan.
"Seperti melakukan seminar seminar ke kantor, sekolah dan perguruan tinggi, mengenai bahaya narkoba," ungkap Rahman.
Selain itu, Rahman juga mengatakan, jika penindakan sebelumnya tak terlaksana ia akan laksanakan tugas itu.
"Mengembangkan bagaimana kita bisa mengungkap adanya jaringan narkoba di OI," ujarnya.